Jl. Iskandar Muda No.17, Kp. Jawa Lama, Lhokseumawe, Kota Lhokseumawe, Aceh 24300
0811-6740-117

Bea Cukai Lhokseumawe dan Aparat Gabungan Gagalkan Peredaran Barang Impor Ilegal, Rokok Ilegal dan Ratusan Kilogram Narkotika

Di publish pada 23-06-2025 19:41:48

Bea Cukai Lhokseumawe dan Aparat Gabungan Gagalkan Peredaran Barang Impor Ilegal, Rokok Ilegal dan Ratusan Kilogram Narkotika
Bea Cukai Lhokseumawe dan Aparat Gabungan Gagalkan Peredaran Barang Impor Ilegal, Rokok Ilegal dan Ratusan Kilogram Narkotika

Lhokseumawe, 23 Juni 2025 — Sinergi aparat penegak hukum di wilayah Aceh kembali membuahkan hasil. Bea Cukai Lhokseumawe bersama TNI, Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan sejumlah instansi terkait berhasil menggagalkan berbagai upaya penyelundupan barang impor ilegal, peredaran rokok ilegal, serta narkotika sepanjang semester I tahun 2025.

Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe, Agus Siswadi, menyatakan bahwa penindakan ini merupakan bagian dari operasi gabungan yang digelar intensif di wilayah kerja yang mencakup Kabupaten Aceh Tengah, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, dan Kota Lhokseumawe. “Keberhasilan ini merupakan wujud nyata dari kolaborasi semua pihak dalam menjaga kedaulatan negara, menegakkan hukum, dan menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba,” ujar Agus.

Selama periode tersebut, Bea Cukai Lhokseumawe mencatat pengungkapan satu kasus penimbunan barang mewah yang diduga merupakan barang impor ilegal, penindakan rokok ilegal sebanyak 143.588 batang berbagai merek, dan sebelas kasus narkotika dengan total barang bukti mencapai ±1,1 ton. Potensi kerugian negara yang berhasil dicegah diperkirakan mencapai lebih dari Rp1 miliar dari sektor kepabeanan dan cukai. 

Sementara itu tambah Agus bahwa potensi penghematan biaya rehabilitasi akibat penyalahgunaan narkotika mencapai Rp3,95 triliun.

Salah satu kasus menonjol adalah pengungkapan dugaan penimbunan barang impor ilegal di sebuah gudang terpencil di Gampong Paloh Punti, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Berdasarkan laporan masyarakat, petugas Bea Cukai bersama Detasemen Polisi Militer (Denpom) IM/1 Lhokseumawe melakukan operasi gabungan dan menemukan lima unit sepeda motor mewah berbagai merek yang diduga berasal dari luar negeri tanpa dokumen kepabeanan, serta dua koli karton berisi suku cadang kendaraan bermotor.

Barang-barang tersebut terdiri dari Kawasaki Ninja Serpico, Honda X-ADV 750 cc, BMW GS 1200, hingga Lambretta X300SR. Kendaraan dan barang bukti lainnya telah diamankan untuk keperluan pengembangan dan penelitian lebih lanjut.

Dalam kurun waktu Januari hingga Juni 2025 tersebut, Bea Cukai Lhokseumawe bersama aparat gabungan juga berhasil menggagalkan 11 upaya penyelundupan narkotika dengan total barang bukti sebesar 1.124.520,77 gram. Rincian barang bukti terdiri dari 660.830,77 gram methamphetamine (sabu) dan 463.690 gram ganja.

Sebagian besar kasus methamphetamine terungkap di wilayah Kota Lhokseumawe, Bireuen, dan Aceh Utara. Sementara ganja mayoritas ditemukan di Aceh Utara dan Bener Meriah, mengindikasikan jalur peredaran dari wilayah tengah menuju pantai utara Aceh.

“Penindakan dilakukan berdasarkan hasil intelijen yang matang dan kerja sama lintas instansi. Ini adalah bukti bahwa upaya pengamanan wilayah dari peredaran narkotika dilakukan secara serius dan terukur,” kata Agus.

Terhadap pelaku pelanggaran impor ilegal, Bea Cukai menjerat dengan Pasal 102 huruf a Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan. Sementara untuk pelaku peredaran rokok ilegal, diterapkan Pasal 54 dan 56 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai.

Bea Cukai Lhokseumawe mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pemberantasan penyelundupan. “Kami terus memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan dan membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk melaporkan aktivitas ilegal. Laporan akan kami tindaklanjuti secara profesional tanpa pungutan biaya apa pun,” tegas Agus.

Langkah tegas Bea Cukai dan aparat gabungan ini menjadi bukti bahwa penegakan hukum di wilayah Aceh terus berjalan secara konsisten dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.



Isikan nama, email dan komentar Anda