Jl. Iskandar Muda No.17, Kp. Jawa Lama, Lhokseumawe, Kota Lhokseumawe, Aceh 24300
0811-6740-117

Menyisir Bukit Terjal, Bea Cukai Lhokseumawe Bersama Aparat Gabungan Ungkap 25 Hektare Ladang Ganja

Di publish pada 25-06-2025 23:05:27

Menyisir Bukit Terjal, Bea Cukai Lhokseumawe Bersama Aparat Gabungan Ungkap 25 Hektare Ladang Ganja
Menyisir Bukit Terjal, Bea Cukai Lhokseumawe Bersama Aparat Gabungan Ungkap 25 Hektare Ladang Ganja

Membelah kabut, menembus medan terjal, dan bertaruh nyawa di tengah hutan rimba — itulah yang dilakukan aparat gabungan saat mengungkap ladang ganja seluas 25 hektare di jantung Pegunungan Butong, Nagan Raya, Aceh dalam operasi selama 12 hari, yang dipimpin Bareskrim Polri dan didukung Bea Cukai Lhokseumawe serta berbagai instansi lainnya.

Lhokseumawe, 25 Juni 2025 — Di tengah hutan lebat dan bukit terjal Pegunungan Butong, Kabupaten Nagan Raya, aroma khas ganja kering menyengat dari sela semak dan batang rimbun. Namun, bukan pengedar yang memanen, melainkan aparat gabungan yang membakarnya hingga api menjilat langit. Dalam sebuah operasi penuh risiko yang berlangsung selama 12 hari, tim gabungan berhasil menemukan dan memusnahkan ladang ganja seluas 25 hektare yang tersembunyi rapi di pedalaman Aceh.

Pengungkapan besar ini bermula dari penindakan ganja seberat 27 kilogram di Kabupaten Bener Meriah pada 22 Mei 2025. Saat itu, tim gabungan dari Kanwil Bea Cukai Aceh, Bea Cukai Lhokseumawe, dan Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan pengiriman narkotika, meski para pelaku sempat kabur ke hutan.

Penyelidikan pun berlanjut. Dua orang tersangka berinisial YH dan KR berhasil ditangkap di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Tengah pada pertengahan Juni. Dari pemeriksaan awal terungkap lokasi ladang yang menjadi sumber utama pasokan: tersembunyi di balik perbukitan Desa Blang Meurandeh dan Kuta Teungoh, Nagan Raya.

Dipimpin oleh Bareskrim Polri, operasi gabungan pun digelar dengan kekuatan penuh. “Kegiatan ini melibatkan Dirtipidnarkoba Bareskrim, Polda Aceh, Kanwil Bea Cukai Aceh, Bea Cukai Lhokseumawe, Bea Cukai Meulaboh, Polres Nagan Raya, Kodim dan Koramil setempat. Semua bergerak dalam satu misi,” ungkap Brigadir Jenderal Polisi Eko Hadi Santoso, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri pada keterangan persnya, Senin (24/6).

Brigjen Eko menggambarkan medan yang mereka hadapi sebagai “tak bersahabat dan menyembunyikan lebih banyak dari yang terlihat.” “Ini bukan operasi yang bisa diselesaikan sehari. Ladang-ladang itu tersebar di titik-titik sulit, menuntut ketekunan, stamina, dan kerja tim yang luar biasa. Beberapa pelaku bahkan masih buron dan terus kami kejar,” tegasnya.

Ladang-ladang ganja yang berhasil ditemukan langsung dimusnahkan di tempat. Dengan pengamanan ketat dan prosedur resmi, batang-batang ganja dewasa yang siap panen itu dibakar hingga hangus. Kepulan asap tebal membubung dari lereng bukit—sebuah simbol perlawanan terhadap kejahatan narkotika yang merusak generasi bangsa.

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Lhokseumawe, Vicky Fadian dalam keterangan terpisah menyatakan bahwa keterlibatan Bea Cukai Lhokseumawe dalam operasi ini adalah bukti nyata bahwa institusinya tidak hanya bekerja di pelabuhan dan perbatasan, tetapi juga di garis depan pemberantasan narkotika nasional.

“Tim kami menyusuri titik-titik sulit bersama aparat lain. Kami hadir tidak hanya untuk menindak, tetapi juga untuk memastikan bahwa jalur masuk, distribusi, hingga sumber produksi seperti ladang ini bisa diberantas hingga ke akar,” ujar Vicky.

Menurutnya, kerja kolaboratif ini membuktikan bahwa penyelundupan dan produksi narkotika hanya bisa ditumpas jika seluruh kekuatan negara bersatu. “Kami tidak akan berhenti di sini. Ini bukan akhir, tetapi awal dari pembongkaran jaringan yang lebih luas,” tegasnya.

Lebih dari sekadar temuan ladang ganja, operasi ini menyampaikan pesan kuat: negara tidak akan memberi ruang bagi para pelaku narkotika, bahkan jika mereka bersembunyi di balik kabut pegunungan yang paling sunyi.



Isikan nama, email dan komentar Anda